“Jika kita mengenali gaya belajar kita, maka kita lebih dapat belajar secara mandiri” Pemahaman Gaya Belajarku
- Gaya Belajar (Learning Style)
Cara belajar yang dimiliki seseorang untuk mencerap ilmu.
- Gaya hidup yang dominan dalam suatu masyarakat dipahami sebagai pencerminan gaya belajar dari masyarakat itu.
- Gaya hidup orang indonesia
Pragmatisme : gaya hidup melakukan sesuatu bertolak dari nilai praktis yang akan diperoleh.
Materialisme : gaya hidup yang mengedepankan pencarian materi duniawi.
Konsumerisme : gaya hidup seorang panikmat, menghabiskan waktu dan harta untuk mengejar kenikmatan.
- Bertolak dari gaya hidup yang demikian maka gaya belajar masyarakat Indonesia cenderung hanya mau belajar karena akan mendapat “Hadiah” atau “Dipaksa” oleh kenyataan hidup.
Contoh gaya belajar masyarakat Indonesia:
1. Gaya belajar sarimin : si topeng monyet mau disuru kesana kemari karena akan dapat hadiah, atau gaya belajar lumba-lumba atau gaya belajar anak-anak.
2. Gaya belajar karena “kepepet” / “terpaksa”
Kalau dipaksa oleh keadaan orang baru mau belajar. Bisa karena dipaksa orang tua, guru, atasan, dll.
Jadi hipotesanya: banyak anggota masyarakat Indonesia sulit belajar.
Apakah anda dan saya termasuk didalamnya ?
Mengapa Gaya Belajar Perlu Diketahui ?
- Menjadi pembelajar mandiri
Dengan mengetahui gaya belajar, seseorang memiliki inisiatif mempelajari sesuatu sesuai dengan minat, bakat, potensi, talentanya
Dengan belajar mandiri seseorang terbebas dari kungkungan pengajar / pelatih formal di lingkungan ia belajar (sekolah, kampus, dll).
Gaya Belajar Menurut Anthony Robbins
o Gaya Visual
Pembelajar dapat belajar efektif jika menggunakan indra penglihatan fisiknya.dengan membaca, nonton film/video, dll.
Pembelajar dapat cepat mengerti dengan cara berbicara dan mendengarkan. Contoh : membaca dengan suara keras, berdiskusi, dll.
Pembelajar dapat belajar efektif dengan menggerakkan tubuhnya, mengalami secara langsung, aktif secara fisik, terjun ke lapangan, mencicipi, merasakan, dll.
Belajar dengan berpikir, membayangkan, merenung, berimajinasi, mencongak, dll.